Beberapa hari setelah itu ada no
baru sms,ternyata itu dia. ”assalamualaikum,gmna kabar
kamu? Nie aku yg udah ngerepotin dulu…hehe”.sms nya “ooohhh,perasaan kog no kamu banyak amat
ya?”.tanyaku “sorry bngt ya,hpku hilang pas 3 hari setelah
kita dari bengkel”.balasnya “ooo gt,pantesan kamu langsung ngilang
ketelen bumi….haha”.balasku “terus dari mana kamu dapat no aku lg?”.tanyaku “ya aku masih inget2 dikit no
kamu”.jawabnya
Dari situ aku tahu kalo mungkin aku
sedikit berarti dalam hidupnya,buktinya dia tetap ingat no aku walaupun hp nya
hilang.apakah mungkin dia ada sedikit simpati atau apalah sama aku.yang pasti
aku gak mau terlalu ke PD an dulu,bagiku bisa deket & ketemu dengannya itu
sudah lebih dari cukup.jangan mengharap yang lebih,aku gak mau seperti
merindukan rembulan di siang hari.sejak saat itu akupun jadi sering sms an sama
dia.pada suatu ketika aku coba bercandain dia aku Tanya kenapa kamu belum
pernah pacara gitu.diapaun menjawab katanya sama orang tua nya dilarang selama
masih sekolah,lagian katanya dia juga belum pengen.
Aku inget banget,hari itu hari
minggu pagi.kebetulan aku gak pulang kerumah,dia mengajakku untuk nyari2 angin
di sekitar daerahku.akupun langsung meng-iyakannya karena hal itu sudah aku
tunggu sekian lama.akupun langsung mandi & berangkat menuju tempat dimana
kami janjian.karena aku bawa motor & dia bawa motor maka aku putuskan untuk
menaruh motorku dulu di kosanku.
Setelah itu kamipun jalan-jalan
muter di sekitar alun-alun kota & berhenti mencari di bawah pohon.kebetulan
ada tukang buah (rujak) maka kamipun beli,kata dia suruh pesen satu porsi aja
& akupun menurutinya.kamipun makan satu piring berdua,seakan tak ingin waktu
berjalan kamipun bercanda tawa di situ.saling tukar pengalaman,sharing &
curhat tentang sekolah kami masing2.
Berjam-jam kami disitu menghabiskan
waktu,tapi seakan waktu berjalan begitu cepat ternyata kami sudah lebih dari 4
jam disitu.dari situ aku mulai tahu gimana
kepribadiaanya,perilakunya,kesuakaanya,sampe sedikit mengenai keluarganya.dia
bilang kalo ayahnya itu killer sekali dalam hal melarang dia berhubungan dengan
cowok.
Entah kenapa kalo aku dekat sama
dia terasa nyaman banget,dunia terasa berputar begitu pelan.seakan-akan kami
tak mau di ganggu siapapun.Cuma mau ada kita berdua,Cuma mau menghabiskan waktu
bersama.kalau aku menatap wajahnya
seakan akan dunia berhenti berputar & waktu berjalan mundur.mukanya polos
dihiasi oleh senyum manis dari bibir mungilnya.
Karena kami keasyikan
ngobrol,ternyata jam sudah menunjukkan pukul 16.30.diapun mengajak aku balik
kekosanku untuk mengambil motornya.ketika kami sampai dikosan diapun langsung
pamitan pulang.tanpa sepengetahuannya akupun mengikutinya dari belakang,karena
aku masih pengen deket2 sama dia.ku ikuti dia sampai rumahnya tanpa
sepengetahuannya.
Jam hari minggu pun berganti,akupun
semakin dekat sama dia.semakin hari semakin besar harapanku padanya.selama itu
juga aku takut sekali kehilangannya.akupun setiap pulang sekolah atau istirahat
jadi sering banget nongkrong ke deket sekolahnya berharap bisa melihatnya walau
hanya sebentar saja.aku gak peduli apa kata orang,aku gak peduli ejekan
teman2ku yang terpenting aku bisa selalu bersamanya .
Pada suatu saat dia ada acara
pramuka di sekolahnya dan harus pulang sore sedangkan pada hari itu dia tidak
bawa sepeda motornya.akupun menawarinya untuk mengantarkannya pulang,tapi dia
menolaknya dengan alasan katanya dia mau naik bis aja.tapi berhubung hari udah terlalu sore maka aku
pikir jam segitu sudah tidak ada bis,lagian kan waktu itu musim hujan jadi aku khawatir sekali sama
dia.maka aku putuskan untuk menjemputnya ke halte bis deket sekolanya.diapun
ada disana,benar saja sudah sampe jam 18.00 dia belum dapet bis dan hari
kelihatannya mau hujan.
Dengan sedikit paksaan akhirnya mau
juga dia aku antar pulang.ditengah jalan turun hujan deras sekali padahal masih
jauh dari rumahnya.aku Tanya ke dia kita berteduh dulu atau melanjutkan
perjalanan karena waktu itu aku hanya bawa jas hujan berbentuk seperti baju dan
celana maka tidak bisa dipakai untuk berdua.diapun mengajak untuk melanjutkan
perjalanan dan menyuruh aku supaya memakai mantol.tapi aku menolak,aku malah
menyuruh supaya dia yang pakai.aku mengancamnya kalo dia gak mau pakai aku gak
mau jalan.diapun mau setelah aku paksa terus.
Bagiku kesehatannya jauh lebih
penting dari kesehatanku,aku gak mau melihatnya sakit.aku gak mau senyum manis
di bibirnya hilang gara sakit.ternyata
hujan justru memperindah suasana perjalanan kami.kamipun bersenda gurau
bersama.tak terasa kamipun sudah sampai si gang masuk desanya.diapun minta
turun disitu supaya tidak ketahuan ortunya.
Ternyata apa yang dia khawatirkan
terjadi,ayahnya tahu kalo dia pulang di antar cowok.diapun dimarahi habis-habisan
sampai dia nangis.sedih banget aku saat itu,berarti sudah gak ada harapan
buatku untuk deket sama dia.tapi aku gak peduli,aku gak akan nyerah gitu aja
sama semuanya.Cuma sekarang aku harus lebih hati2 & pintar2 mencari waktu
untuk bisa bersamanya.
Bersambung ke part 4……………