Jalan baru saja
mulai terlihat tapi sayang kembali tertutup oleh tembok besar yang sulit untuk
tertembus.seakan lilin yang baru saja nyala kembali redup ditiup angin.seakan
seperti hujan yang baru saja menyirami gurun tiba-tiba reda begitu saja. itulah
kata-kata yang menggambarkan keadaanku sekarang. tapi aku selalu yakin pasti
ada cara untuk melewatinya…
Memang ayahnya benar dalam mendidiknya,tp bukan
berarti dia tidak berhak merasakan apa itu yang disebut kebahagiaan.bukan
berarti dia tidak berhak merasakan kebahagiannya,dia berhak menentukan sendiri
jalannya.diapun berhak memilih apa yang menurutnya itu pilihan terbaik
untuknya. aku tahu kalo jalan itu tak selamanya lurus,aku pun juga tahu kalo
tak selamanya mentari tertutup awan.untuk mencapai laut ikan memang hanya bisa
melewati alur sungai,namun apabila sungai itu mempunyai dua
alur dipercabangan maka ikan berhak memilih alur mana yang menurutnya
itu benar.
Ku tahu apa yang harus
kuperbuat,namun aku melakukan yang lain.aku tahu apa yang harus aku
perbuat,namun aku tidak melakukannya. aku tahu apa yang AKAN harus aku perbuat,namun aku tidak akan
melakukannya.tak pernah aku berlaku sesuai dengan yang seharusnya kau
lakukan.tak pernah aku begitu membahagiakan
orang lain seperti tak pernah aku membahagiakan diriku sendiri .
Aku selalu membuat orang lain
sedih.aku selalu membuat orang lain tak bahagia.aku selalu membawa kebencian
pada orang lain atas diriku.kebencian yang datang karena tingkahku.kebencian yang
dating karena kelakuanku.kebencian yang datang karena sesuatu hal yang tak
seharusnya aku lakukan.
.jpg)
.jpg)
No comments:
Post a Comment